GELOMBANG LONGITUDINAL
Gelombang
adalah getaran yang merambat pada suatu medium atau tanpa medium dengan tidak
disertai perambatan bagian-bagian medium itu sendiri.
Gelombang
longitudinal adalah gelombang yang arah getarannya sejajar dengan arah rambat
gelombang. Serangkaian rapatan dan regangan merambat sepanjang pegas. Rapatan
merupakan daerah di mana kumparan pegas saling mendekat, sedangkan regangan
merupakan daerah di mana kumparan pegas saling menjahui. Gelombang longitudinal
terdiri dari pola rapatan dan regangan. Panjang gelombang adalah jarak antara
rapatan yang berurutan atau regangan yang berurutan. Yang dimaksudkan di sini
adalah jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada rapatan atau regangan.
Gelombang yang terjadi
berupa rapatan dan renggangan. Contoh gelombang longitudinal seperti slingki /
pegas yang ditarik ke samping lalu dilepas.
Jika ada
gelombang yang memiliki arah getaran
tegak lurus dengan arah rambatannya, apakah ada gelombang yang memiliki
arah getaran searah dengan arah gelombangnya, jawabannya adalah ada.
Gelombang yang dimaksud adalah gelombang longitudinal.
Untuk mengetahui lebih jelas skema dari gelombang longitudinal, mari kita perhatikan gambar dibawah ini:
Untuk mengetahui lebih jelas skema dari gelombang longitudinal, mari kita perhatikan gambar dibawah ini:
Gambar
diatas adalah sebuah pegas yang digetarkan di ujungnya. Jika kita
perhatikan
gambar diatas kita dapat melihat bahwa arah getarannya searah dengan
arah gelombangnya, maka disebut gelombang longitudinal. Serangkaian
rapatan dan regangan merambat
sepanjang pegas. Rapatan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling
mendekat, gelombang longitudinal
terdiri dari pola rapatan dan regangan. Panjang gelombang adalah jarak
antara rapatan yang berurutan atau regangan
yang berurutan. Yang dimaksudkan di sini adalah jarak dari dua titik
yang sama
dan berurutan pada rapatan atau regangan (lihat contoh pada gambar di atas).
Banyak
sekali contoh gelombang longitudinal
yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah gelombang suara di udara. Udara
sebagai medium perambatan gelombang
suara, merapat dan meregang sepanjang arah rambat gelombang udara. Berbeda dengan gelombang air atau gelombang
tali, gelombang suara tidak bisa
kita lihat menggunakan mata. Jika seseorang suka mendengarkan musik, biasanya
dia memutarnya dengan volume yang keras. Jika anda memiliki waktu coba
perhatikan sebuah loudspeaker. Perhatikan gerakan loudspeaker tersebut, pasti
bergerak maju mundur. Hal itu akan menghasilkan getaran, dan getaran itulah
yang akan menghasilkan rapatan dan regangan pada udara sehingga timbul
gelombang suara. Sekarang kita telah mengetahui mengapa sumber bunyi harus
bergetar, karena dengan getaran udara akan membentuk gelombang longitudinal yang akan menimbulkan gelombang
suara.

